Rabu, 14 November 2012

Sai Baba = Dajjal?

Kode Iklan anda yang ingin ada di sebelah kiri disini
Kode Iklan anda yang ingin ada di sebelah kanan disini



Hanya pohon yang menghasilkan buah banyak yang paling sering dilempari oleh orang-orang yang ingin mendapatkan buah tersebut entah itu untuk tujuan baik guna menghilangkan rasa lapar ataupun dilempari untuk tujuan tidak baik yang karena terdorong oleh sifat iri hati melemparinya agar pohon itu tidak lagi tampak buahnya yang memikat perhatian orang untuk mendekatinya mengingat pohon buah miliknya kalah jauh dalam produktivitas sehingga kurang menarik.

 
Perumpamaan seperti bisa kita hubungkan dengan sifat iri hati dan dengki yang dimiliki kaum fanatisme buta yang selalu menganggap keyakinannya sebagai yang paling benar dan paling baik untuk diimani. Sehingga jika ada keyakinan lain muncul sebagai rising star yang mampu mengalahkan popularitas keyakinannya, ditambah lagi jika ada orang yang seiman dengannya tiba-tiba dekat dengan sosok yang dianggapnya sebagai saingan, maka dapat dipastikan bahwa racun berbisa dalam bentuk kedengkian itu akan masuk mengisi alam pikirannya lantas menyuguhinya berbagai macam cara untuk menghentikan hal tersebut dan bila perlu mengalihkan popularitas itu kepadanya. Tampaknya inilah yang sedang terjadi saat ini ketika beberapa kelompok telaah kitab Ar-Risalah dan juga beberapa saudara muslim yang lain melontarkan berbagai macam tuduhan yang terkesan memaksakan dan tidak pernah terbukti kebenarannya kepada seorang Guru spiritual dunia yang dikenal dengan nama Bhagavan Sri Sathya Sai Baba.
 Buku yang berjudul Dajjal sudah muncul dari Khurasan (Menyingkap syubhat dan kedustaan Bhagavan Sri Sathya Sai Baba-terbitan 2007) yang berisi ulasan mendetail tentang ciri-ciri, tempat kemunculan, dan situasi pada saat kedatangan Dajjal yang kemudian dipaksakan berhubungan dengan kegiatan Sai Baba, jelas-jelas sangat melukai hati dan perasaan pemujanya karena pembahasan tentang hal ini menyangkut masalah Akidah atau keyakinan yang sangat sensitive bagi timbulnya ketersinggungan. Tapi untunglah para pengikut Sai Baba bukan kaum fanatisme buta yang tak pernah diajar tentang persaudaraan antar bangsa, yang anti perdamaian dan kasih sayang sehingga betapapun besar gempuran yang ditujukan kepada mereka, hanya ditanggapi dengan senyum kecut sambil berdo’a agar mata orang-orang demikian disehatkan supaya tidak buta melihat persoalan dan kenyataan yang ada. Berbeda dengan kaum fanatisme itu yang selalu bertindak brutal dan beringas jika mendapati junjungan mereka dilecehkan. Bukankah dampak dari film yang berjudul Inonsence of muslim memberikan gambaran nyata bagaimana Islam yang berarti agama Damai itu ternyata banyak diyakini oleh golongan garis keras model bangsa Bar-bar di india. Pepatah bijak yang mengatakan bahwasannya “Janganlah engkau melakukan sesuatu kepada orang lain yang jika itu juga dilakukannya padamu juga membuat dirimu sakit” ternyata tidak menjadi slogan hidup kaum barbar ini. Mereka paling suka menghina tetapi paling tidak suka dihina. Mereka juga suka memukul keyakinan orang lain tapi sangat marah jika keyakinan mereka dipukul” 

Sungguh betapa egoist dan jahatnya orang-orang yang telah membiarkan dirinya dijangkiti sifat dengki seperti itu, dan lebih parah lagi saat mereka menyebarkan virus kedengkian itu kepada orang lain. Sebagai seorang yang belum mati rasa, tulisan ini sekarang saya buat sebagai bahan perenungan sekaligus  anti virus guna menyelamatkan orang-orang dari dosa pikiran dan kata-kata yang telah mencemari mind, bibir dan tangan mereka dalam menebarkan fitnah dan tuduhan Dajjal kepada seorang Guru suci spiritual Sai Baba. dalam hal ini kami tidak akan memaksakan agar pendapat ini diterima sebagai sebuah pembelaan. Kami hanya berharap agar pihak pelempar fitnah itu mau melihat kebenaran yang coba kami gambarkan dari sisi kami dan bukannya bersikukuh mempertahankan kebenaran dari satu sisi saja. Bukankah badan kita sendiri juga memiliki beberapa sisi yang berbeda yang jika dilihat dari sisi berbeda itu akan memberikan gambaran yang berbeda pula, tapi justru kesemuanya itu mengandung kebenaran sejati. Orang yang melihat kita dari arah depan akan memberikan gambaran sebagaimana ia melihatnya dari sisi itu, demikian pula sebaliknya, orang yang melihat kita dari arah belakang tentu akan memberikan gambaran seperti apa yang dilihatnya dari sisi itu. Jadi orang yang memberikan gambaran tentang diri kita tidak boleh dan sangat tidak bijaksana bin tidak masuk akal jika menyangkal kebenaran yang diterangkan oleh teman yang melihatnya dari arah belakang.
Untuk mendapatkan alasan kenapa Dajjal dituduhkan kepada Sai Baba, ada baiknya anda membaca terlebih dulu artikel yang berjudul ‘Dajjal orang Yahudi” di bagian lain dari blog ini. Tetapi sebagai penyegaran, di halaman ini juga akan kami riwayatkan beberapa hal dimaksud guna memperjelas ketimpangan yang  berusaha dipaksakan oleh penulis buku ‘Dajjal sudah muncul dari Khurasan’ guna menyokong pendapatnya  menuduh Sai Baba sebagai Dajjal akhir zaman seperti yang telah dijanjikan oleh Rasulullah. Berikut adalah beberapa riwayat yang dipakai acuan untuk mempersamakan dan mengkorelasikan Dajjal dengan Sai Baba.
Ø  Dalam hadits Nuwas bin Sam’an disebutkan “…Dajjal adalah seorang pemuda yang berambut keriting seperti Abdul Uzza bin Qathan ‘
Ø  Dari Ibnu Umar, Rasulullah bersabda”…Maka aku pergi sambil menoleh, tiba-tiba ada lelaki yang berkulit merah dan rambutnya berombak “
(ciri-ciri yang disebutkan pertama ini bukanlah tanda atau ciri yang cukup untuk menguatkan untuk menuduh Satya Sai Baba sebagai Dajjal karena kulit Sai Baba sama sekali tidak merah seperti yang sering dituduhkan memiliki kesamaan dengan kulit orang Yahudi. Dan walaupun beliau bertubuh pendek dan memiliki rambut keriting, bukankah ciri inipun tidak hanya dimiliki oleh Sai Baba seorang. Ada jutaan orang yang memiliki fostur tubuh dan rambut keriting seperti itu, lalu apakah semua orang pendek dan keriting itu seorang Dajjal ?)
Ø  Ubadah bin Ash-Shamit, meriwayatkan bahwasannya Rasulullah bersabda “… Sesungguhnya Al-Masih Al-Dajjal itu seorang lelaki yang pendek dan gemuk, berambut kribo, buta sebelah matanya dan matanya tidak menonjol serta tidak tenggelam. Jika ia memanipulasi kamu, maka ketahuilah bahwa Rabbmu tidak buta sebelah matanya.
Ø  Dalam Hadits Abu Hurairah, Rasulullah bersabda “… Adapun Al-Masih kesesatan itu adalah buta sebelah matanya, lebar jidatnya, bidang dadanya bagian atas dan bengkok.
Ø  Diantara kedua alisnya terdapat tulisan huruf  Ka Fa Ra secara terpisah yang dapat dibaca oleh setiap mukmin, baik buta huruf maupun pandai menulis
( Ciri kedua ini yang mengatakan bahwa Dajjal akan memiliki sebelah mata buta walaupun masih menjadi pertentangan karena terdapat 2 pendapat yang berbeda yakni ada yang mengatakan bahwa yang buta adalah sebelah mata kanannya, sedangkan yang lain bersikukuh yang buta adalah sebelah mata kirinya, juga sangat tidak mungkin dipaksakan kepada Sai Baba karena kedua mata beliau memang tidak pernah buta dan juga tidak pernah tertera tulisan Ka Fa Ra di antara kedua alis beliau sampai saat Mahasemadinya tanggal 24 April lalu.)

 Ø  Dajjal memiliki kemampuan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan cepat, seperti hujan badai atau secepat awan yang ditiup angin kencang.
( Kemampuan Adi kodrati Sai Baba yang bisa mewujudkan dirinya kemanapun di belahan bhumi ini sementara badan phisiknya tetap berada di tempat bukanlah hal aneh yang hanya dimiliki oleh Sathya Sai Baba. Beberapa Guru Spiritual di Negeri Bharata varsa yang dari jaman dulu dikenal sebagai gudangnya para yogi besar juga sanggup melakukan hal demikian walaupun kesidhiannya memang tidak setaraf beliau )
Ø  Dajjal akan muncul dengan gunung roti dan dua buah sungai dimana yang satu akan terlihat mengalirkan air dan yang lainnya kelihatan mengalirkan bara api. Maka hendaknya kaum muslim mendatangi sungai yang kelihatan seperti nyala api itu sambil memejamkan matanya, karena yang Nampak api itu sesungguhnya adalah air yang dingin.
(Jika kegiatan Bhagavan Sri Sathya Sai Baba dalam menciptakan Vibhuti atau abu suci dikait-kaitkan dengan perumpamaan gunung roti, betapa sangat mengada-ada dan tidak masuk akalnya tafsiran ini. Dari abu suci lalu diterjemahkan ke dalam bentuk tepung lalu menjadi roti. Kemudian jika perumpamaan 2 buah sungai itu diterjemahkan sebagai pemutar balikan kebenaran, maka Sathya Sai Baba sangat jauh dari tuduhan semacam ini karena semua Sabda Sathya Sai Baba yang pernah beliau ucapkan semua mengandung kebenaran seperti nama beliau (Sathya = Kebenaran) tidak ada satupun sabda beliau yang tidak menjadi kenyataan apalagi bertentangan dengan isi kitab suci agama. Silahkan baca beberapa ajaran beliau yang dikutip dalam buku berjudul Dajjal sudah muncul dari Khurasan pada halaman 208-231 jika anda alergi membeli buku ataupun membuka situs organisasi ini yang berisi gambar Sai Baba, namun perlu diperhatikan agar dalam membacanya tetap menggunakan kaca mata transparan atau hati yang bersih. Jangan sesekali membacanya dengan kaca mata hitam atau hati yang dipenuhi kedengkian dan kebencian sehingga akan mengaburkan mata hati anda dalam melihat kebenaran sejati)
Ø  Dajjal akan berkelana dan menguasai bhumi kecuali di Mekkah dan Madinah 

( Bhagavan Sri Sathya Sai Baba dari semenjak kemunculan-Nya hanya pernah mengunjungi Afrika selama 1 kali dan selebihnya beliau menghabiskan waktu untuk melakukan pengajaran dari Puttaparthi. Orang-orang dari seluruh negaralah yang datang berduyun-duyun ingin mendapatkan curahan kasih sayang dari beliau. Dan tentang Madinah, Siapa yang akan percaya dari kalangan anda jika saya katakan bahwasannya bangsa arabpun telah banyak yang mengimani ajaran beliau yang selaras dengan kebenaran hakiki yang ada di qur’an (esensi kebenarannya bukan jihadnya ) silahkan cari kesaksian mereka di buku Sai Tapowanam atau klik Link SSBOI dan cari video tentang perayaan Idul Fitri di Prashanti Nilayam, tempat tinggal Sai Baba. Beliau juga tidak pernah jalan-jalan ke pasar lalu mengambil apapun yang ia suka, karena Beliau adalah seorang Yogiswara yang menerapkan disiplin sebagai seorang Vegetarian yang ketat. Jadi mungkinkah tuduhan Dajjal berdasarkan ciri ini bisa dikorelasikan dengan Sathya Sai Baba ?)
Ø  Dajjal mampu menghidupkan orang mati dan menyembuhkan orang sakit. Dajjal juga terbiasa keluar masuk pasar lalu makan makanan darinya.
( Ciri Dajjal yang disebutkan inipun sebenarnya sangat tidak mendukung sebagai bahan untuk menuduh Sai Baba sebagai Dajjal karena menyembuhkan orang sakit bukanlah sebuah keistimewaan khusus yang hanya dimiliki oleh Sai Baba, beberapa dukun di negeri ini – kalau tidak mau dipakai sebutan islam jawa, juga mampu melakukan berbagai penyembuhan penyakit. Bukankah saudara kita di Kristen juga seringkali melakukan kemujijatan Tuhan seperti itu sebagaiman Yesus pernah melakukannya. Memang benar bahwa Sai Baba pernah menghidupkan kembali orang yang telah mati seperti anugrah yang pernah diterima oleh Walter cowan dari amerika. Namun kasus inipun harus dilihat dengan lebih jelas tentang bagaimana karma masa lalu orang dimaksud dan apa rencana Tuhan tentang hal itu. tetapi untuk kasus ini umat islam yang tidak meyakini adanya hukum karmaphala dan reinkarnasi  pasti akan menemui kesulitan besar untuk bisa meyakininya.)
Ø  Dajjal akan mengaku sebagai orang baik dan bijak sehingga banyak orang mengikutinya, Dajjal akan mengaku sebagai Nabi serta menggunakan nama Al-Masih.
(Jika ciri yang disebutkan diatas dipakai untuk menuduh Sai Baba sebagai Dajjal, maka jauhlah asap dari api alias amat sangat tidak mungkin karena Sathya Sai Baba bukanlah seperti gambaran burung gagak yang suka menamai dirinya. Dan lagi betapa bodohnya orang-orang yang mengikuti Dajjal hanya karena ia mengklaim diri sebagai orang baik. Bukanlah baik dan buruk seseorang dilihat dari bagaimana ia berbuat, berkata-kata, dan berpikir. Apakah ada keselarasan antara yang dipikirkan, yang dikatakan, dengan yang dilakukan. Kehidupan Sathya Sai Baba senatiasa memiliki keharmonisan antara Hand, Head, dan Heart sehingga kebaikan itu terpancar dari kesehariannya. Hati yang tak tercemari yang akan menilai dan mengatakan bahwa Ia sosok pribadi yang dipenuhi kebajikan. Bukannya ngaku-ngaku sendiri. Sathya Sai Baba juga tidak pernah mengklaim dirinya sebagai nabi utusan Tuhan, tapi ia mengatakan bahwa masing-masing dari kita adalah Tuhan tepatnya percikan dari sinar rohani Tuhan yang memiliki sifat dan kwalitas yang sama dengan Tuhan, sehingga ajaran beliau adalah untuk mengenali dan membangkitkan kembali kesadaran itu dalam diri manusia. Sai Baba adalah sosok yang mampu menyadari nilai ketuhanan ini selama 24 jam sehingga kemuliaan Tuhan terpancar dari dirinya sedangkan manusia seperti kita seringkali hanya menyadari divinity ini beberapa detik saja selebihnya kita hanya memandang diri ini sebagai badan dengan ciri-ciri lahiriahnya dan bukan melihatnya sebagai jiwa yang menghuni badan ini. Terakhir Sathya Sai Baba juga tidak pernah memakai nama Al-Masih dalam inkarnasi kedewataannya. Walaupun dalam prediksi yang pernah beliau sampaikan tentang kemunculannya kembali pada tahun 2022 dengan mengenakan wujud yang mirip Yesus, tapi pada saat itu nama beliau adalah Prema Sai Baba atau Prema Baba, bukan Sai Al-Masih.)

 ØDajjal bisa mengeluarkan pembendaharaan (perhiasan dan harta dari bangunan yang roboh, lalu pembendaharaan itu akan mengikutinya seperti lebah mengikuti ratunya). Karena dalam satu riwayat dijelaskan, bahwa Dajjal akan mendatangi sebuah bangunan yang runtuh, kemudian ia meminta agar semua harta simpanannya yang ada di dalam bangunan runtuh itu keluar, maka secara tiba-tiba harta itu muncul beterbangan mengikutinya seperti sepasukan lebah yang terbang.
Ø  Dajjal juga akan membunuh seseorang lalu menghidupkannya demi untuk mempertontokan kemampuannya agar orang lain mau mempercayainya sebagai Tuhan. Dari riwayat Ibnu Majah dari Abi Umamah Al-Bahili, yang  menyebutkan sabda Rasulullah mengenai Dajjal bahwa diantara fitnah Dajjal ialah ia berkata kepada orang-orang arab kampong, “Bagaimana pendapatmu jika aku bangkitkan ayah dan ibumu ? Apakah engkau mau bersaksi bahwa aku adalah Tuhanmu ? kemudian orang itu menjawab : “Ya” lalu dua setan yang merupakan anak buah Dajjal menyerupakan diri menjadi ayah dan ibu orang arab tersebut seraya berkata “Wahai anakku, ikutilah dia karena sesungguhnya dia adalah Tuhanmu”.
( Kalau penulis buku Dajjal sudah muncul dari Khurasan ataupun mereka-mereka yang telah mengeluarkan pernyataan dan tuduhan kepada Sai Baba sebagai Dajjal yang dijanjikan Rasulullah mau sedikit bersabar guna mengumpulkan bukti yang kuat dan obyektif, tentu amal ibadah yang pernah dilakukannya tidak akan berkurang, sebab dengan melakukan fitnah yang tidak benar dan dengan alasan yang tidak masuk akal, seseorang telah menukar amalannya kepada mereka yang difitnah. Ia yang difitnah diam-diam dapat pahala dan si pemitnah sudah capek-capek malah dapat dosa. Tapi biarlah bukankah dengan semakin diperdebatkan, Sai Baba justru akan lebih dikenal oleh masyarakat muslim selanjutnya biarkan hati mereka yang akan mengolah benar salah tudingan itu. Biarlah nyengat terus melobangi kain karena memang hanya itulah kebahagiaan yang bisa diperolehnya. Melobangi kain tanpa perduli apakah kain itu berharga 10 ribu atau bahkan 100 ribu, tidak soal. Yang penting bisa merusak kain, sudah cukup baginya. Inilah tabiat dan prilaku nyengat yang tidak ada bedanya dengan para pelaku fitnah.  Mengenai ciri selanjutnya yang digambarkan untuk mengenali Dajjal yang lantas kembali dipaksakan agar bersesuaian dengan Sai Baba, seharusnya penulis buku Dajjal sadar bahwa pengalaman Walter Cowan yang pernah dihidupkan kembali oleh Sathya Sai Baba yang mana telah dimuat dalam buku yang sama pada halaman 193-194, memberikan gambaran nyata bahwa alur cerita penghidupan kembali orang mati ini sangat berbeda dengan apa yang diceritakan Rasulullah. Sai Baba tidak perlu sampai unjuk kebolehan seperti itu untuk mendapatkan pengikut, bahkan Sai tidak pernah sekalipun menyuruh orang agar mengimaninya. Karena kasih-Nyalah akhirnya manusia menyerahkan diri dalam tuntunannya. Kemudian masalah kemampuan Dajjal yang bisa menyuruh pembendaharaan harta agar muncul dari bangunan yang runtuh, juga tidak pernah terbukti sampai saat ini, sampai beliau tidak lagi menggunakan badan phisiknya. Dalam semua buku terbitan Prashanti Nilayam Publication & Trust, juga tidak pernah diketemukan bahwasannya beliau (Sai Baba) pernah melakukan mujijat seperti apa yang digambarkan bahwa Dajjal akan melakukannya. Kalaupun dalam setiap kesempatan beliau menganugrahkan penciptaan Kalung, cincin, atau benda lain kepada bhakta-Nya, ini hanyalah sebagai tanda pengikat, sebuah kartu nama semata dan sama sekali bukan diperuntukkan untuk unjuk kekuatan ataupun memperkaya para pengikutnya. Sai tidak akan melanggar hukum yang diciptakannya sendiri, sebab semua orang berjalan pada rel hukum yang sama yang disebut hukum sebab akibat. Walaupun Sai adalah juga Laksmi (Dewi kemakmuran) tetapi Sai bukanlah Dajjal yang akan mengambil kemakmuran dari mereka yang tidak mempercayainya lalu memberikan kemakmuran itu kepada para pengikutnya. Hal ini sangat jauh dari kenyataan yang sudah terjadi.
Ø  Dajjal bisa menurunkan dan menghentikan hujan.
( Untuk ciri ini, seperti yang sudah diuraikan sebelumnya, bahwa kemampuan menurunkan hujan bukanlah sebuah keistimewaan yang hanya dimiliki oleh Sai Baba, bahkan di negeri ini banyak sekali yang memiliki kemampuan serupa, menghentikan hujan, memblok hujan agar turun hanya di tempat tertentu atau memohon hujan. Silahkan lihat kenyataan yang ada dan jangan hanya beranggapan bahwa perdukunan itu selalu negative. Kalau Sinar Lasser mampu dipakai mencerai beraikan mendung agar tidak hujan, tapi mantra bisa memblok hujan di suatu tempat, bukankah ini yang juga sering dilakukan oleh para petinggi dan orang kaya di negeri ini saat memiliki hajatan sebelum ditemukannya Lasser. Jadi kalau ciri ini dipakai alasan untuk memfitnah Sai Baba sebagai Dajjal, maka tentu sudah banyak sekali Dajjal yang muncul di negeri ini)

 Ø  Dajjal akan mandul, tidak kawin dan tidak punya anak.
(Kemungkinan Dajjal memang tidak kawin dan mandul, sungguh sangat mungkin jika Dajjal seperti yang diceritakan mempunyai ciri-ciri yang begitu menakutkan, jadi orang tua mana yang mau anaknya dipersunting oleh Dajjal, atau mau menjadi mertua si Dajjal. Tetapi kemudian ini menjadi serius jika kemandulan si Dajjal dihubung-hubungkan dengan keputusan Sathya Sai Baba yang tidak memasuki Grhasta atau masa berumah tangga. Bukankah pengertian mandul kurang lebih bersinonim sebagai ketidak suburan atau ketidakmampuan seseorang untuk menumbuhkan bibit walaupun sudah bekerja siang malam mempertemukan sperma dan sel telur. Dan persoalan tidak mempunyai anak adalah hal wajar jika kita tidak kawin. Justru sangat jauh dari norma agama jika mempunyai anak dengan DNA sama tetapi tidak menikah. Ini namanya anak haram dari perkawinan siri model perkawinan jaman sekarang yang diperkenalkan oleh kaum agama tertentu. Sahya Sai Baba bukanlah satu-satunya sosok yang mengambil langkah hidup Brahmacari sampai akhir masa hidupnya, sebab jika kita rajin menelusuri perjalanan hindu terutama di India, akan kita dapati bahwa kehidupan melajang seperti ini dilakoni oleh sebagian besar Yogi yang telah mencapai kesadaran bahwa dirinya adalah Atman atau sang jiwa. Bahwa tujuan jiwa turun ke bhumi bukanlah hanya untuk makan, minum, dan berketurunan (menikmati kepuasan biologis) lalu mati sia sia seperti anjing dan kucing. )
Ø  Dajjal akan muncul dari wilayah timur bernama Khurasan. dalam satu riwayat disebutkan bahwa Rasulullah pernah berkata, “Ketahuilah bahwa ia berada di laut Syam laut Yaman. Oh tidak bahkan ia akan datang dari wilayah timur..” dan beliau berisyarat dengan tangannya menunjuk kearah timur. Juga dalam Hadits yang diriwayatkan dari Abu Bakar Ashiddiq, Rasulullah berkata “..Dajjal akan keluar dari wilayah bumi ini yang bernama Khurasan”
( Sebagaimana kita ketahui bahwa Sai Baba terlahir di desa kecil Puttaparthi yang merupakan bagian dari India selatan sedangkan wilayah khurasan yang disebutkan oleh Rasulullah lebih menunjuk pada satu tempat yang bernama Ashaban/Isfahan, sebuah wilayah yang terdapat di Iran dan berbatasan dengan Rusia.  Hal ini menjadi bukti nyata kengawuran penulis dan juga para pemfitnah Sai Baba yang dituduhkan sebagai Dajjal)
Ø  Dajjal akan diikuti oleh 70.000 pasukan dari kampung ashaban yang berpakaian tanpa jahitan. Lalu memproklamirkan diri sebagai pimpinan bangsa Yahudi.
Ø  Dajjal muncul dimasa Al-Mahdi
Ø  Dajjal tidak akan muncul sampai orang-orang Romawi tiba di A’maq dan Dabiq untuk menyerang kaum muslim.
Ø  Dajjal muncul setelah penaklukkan Al-Mahdi atas Konstantin (Istambul-Turki)
Ø  Dajjal akan tinggal selama 40 hari
Ø  Sebelum kemunculan Dajjal, Bhumi akan mengalami kekeringan selama 3 tahun. Rasulullah pernah menggambarkannya sebagai berikut : “Sesungguhnya sebelum keluarnya Dajjal adalah tempo waktu 3 tahun yang amat sulit dimana pada waktu itu, manusia akan ditimpa oleh kelaparan yang sangat. Allah memerintahkan kepada langit pada tahun pertama darinya untuk menahan 1/3 dari hujannya dan memerintahkan kepada Bhumi untuk menahan 1/3 dari tanamannya. Tahun kedua darinya, bumi dan langit diperintahkan untuk menahan 2/3 dari air dan tanaman kemudian pada tahun ketiga, darinya Allah memerintahkan kepada langit untuk menahan semua air hujannya sehingga langit tidak meneteskan setitik airpun dan juga memerintahkan bhumi supaya menahan semua tanamannya, maka sesudah itu tidak tumbuh satu tanamanpun sehingga semua binatang berkuku akan mati kecuali yang dikehendaki Allah
(Berdasarkan keenam ciri terakhir ini, maka sudah cukup jelas bahwasannya Bhagavan Sri Sathya Sai Baba bukanlah Dajjal seperti yang telah dituduhkan oleh orang-orang picik kepadanya. Karena dari sekian banyaknya fitnah yang ingin dipersamakan dengan kegiatan dan phisik lahiriah beliau, tidak satupun pendapat yang mendukung hal tersebut. Bukankah kenyataan dilapangan memang demikian adanya bukan sebuah ulasan yang mengada-ada seperti para pemfitnah yang mencoba memaksakan kecurigaannya kepada orang lain. Pemuja Sathya Sai Baba berada di seluruh dunia dengan jumlah jutaan orang. Ia lahir pada tahun 1926 – 2011 berarti 85 tahun menurut kalender masehi sedangkan Dajjal hanya tinggal selama 40 hari. Sai Baba tidak pernah mempermaklumkan perang kepada kaum manapun karena beliau hanya mengajarkan tentang kasih dan selama kemunculan Sathya Sai Baba, tidak pernah ada kekeringan mengerikan seperti yang diriwayatkan dalam hadits tersebut.)

Jadi, apapun definisi dan Klasifikasi tentang Dajjal yang pernah diriwayatkan oleh Rasulullah, itu adalah urusan bagi mereka yang mempercayainya. Saya tidak akan menamfikkannya karena bisa jadi semua ciri-ciri yang disebutkan ada pada Dajjal memang akan demikian adanya. Tetapi sangat terbukti sekali bahwasannya Bhagavan Sri Sathya Sai Baba bukanlah Dajjal seperti yang mereka tuduhkan. semoga para penulis buku tentang Dajjal ini memang diberikan kesempatan untuk bertemu langsung dengan Dajjal yang sesungguhnya sehingga mereka tidak lagi akan membuat penafsiran ngawur yang mencurigai dan menuduh seseorang sebagai Dajjal akhir jaman. Kalaupun di satu bagian, penulis buku ini mengatakan bahwa ia menyatakan keberaniannya menulis buku Fitnah Dajjal yang menempatkan Bhagavan Sri Sathya Sai Baba sebagai sosok yang tertuduh, karena menerima pengakuan langsung dari bhakta beliau yang telah kembali menjadi seorang islam yang baik, yang olehnya kemudian dipakai sumber terpercaya, maka bisa saya katakan bahwa cara ini masih terlalu lemah. Sebuah dalil yang begitu mudah dipatahkan karena sayapun bisa mengaku-aku pernah menjadi muslim lalu dengan beberapa pengetahuan yang saya miliki tentang agama islam saya akan meyakinkan orang yang awam tentang ajaran ini. Tapi saya tidak melakukan hal demikian karena agama saya mengajarkan tentang hukum sebab akibat dan dosa besar karena fitnah. Di lain sisi tidakkah sudah menjadi kebiasaan sebagian besar manusia yang jika harapannya tidak berbalas dari orang yang pernah dicintainya maka ia akan memutar haluan cintanya menjadi kebencian. Maka demikianlah kami melihat sumber terpercaya penulis buku Dajjal ini yang mengaku pernah menjadi pengikut Sai Baba tetapi pengetahuannya tentang Sathya Sai Baba hanyalah ibarat debu dalam gunungan pasir.

Untuk membuktikan bahwa wacana dan ajaran Bhagavan Sri Sathya Sai Baba mengandung unsur kebenaran semua kitab suci agama, kami persilahkan anda membuka Link :http//www.SSGI.US atau di www.saibabaofindia.com
Berikut adalah beberapa contoh tentang ajaran beliau yang dikutif di buku Dajjal sudah muncul dari Khurasan pada halaman 228-231
1.       Misi-Ku bukanlah untuk membuat agama baru atau merombak agama yang sudah ada, melainkan untuk menguatkan pemeluk setiap agama dan kepercayaan untuk mempraktekkan nilai-nilai serta ajaran-ajaran luhur yang terkandung dalam agama-agama itu dan bukan Cuma gembar gembor saja. Karena sesungguhnya tangan-tangan yang diulurkan untuk melakukan pelayanan kepada sesama terutama mereka yang miskin adalah lebih mulia daripada bibir yang hanya sibuk membaca mantra atau ayat-ayat suci tanpa mengindahkan penderitaan orang lain.
2.      Apapun bentuk pemujaan Tuhan yang diyakini oleh para devotees berdasarkan keimanan mereka-Aku akan membuat iman itu lebih kuat.
3.      Siapakah yang dapat memastikan bahwa Tuhan ini begini atau begitu? Siapakah yang dapat membenarkan bahwa Tuhan bukanlah dalam bentuk ini atau tanda-tanda begitu ? Dari samudera yang demikian luas, orang hanya dapat mengambil air sebanyak ember yang dapat dibawanya ke pantai. Dan dari jumlah yang sedikit itu, ia hanya dapat memahami sedikit saja dari lautan yang demikian luas.
4.      Indera penglihatan kita tidak dapat melihat kebenaran yang sejati. Mata kita hanya bisa memberikan keterangan yang palsu dan kosong. Contohnya banyak yang mengamati gerak gerikku lalu menyatakan bahwa sifatku begini dan begitu. Mereka tidak mampu mengukur kesucian,kemuliaan, dan kebenaran abadiku.
5.      Tetapi mereka yang menyatakan telah memahami Aku (Para ilmuan, para yogi, para ulama,para jnani) sebenarnya mereka hanya menyadari bagian yang paling tak berarti ; pernyataan luar yang biasa saja dari bagian terkecil kekuasaan itu, yang dinamakan keajaiban. Mereka tidak berkeinginan untuk berhubungan dengan sumber segala kekuasaan dan sumber budhi. Mereka sudah merasa puas bila memperoleh kesempatan memamerkan kepandaian teori serta pengetahuannya tentang Veda.
6.      Manusia dapat hidup dekat sekali dengan Avatar, tetapi mereka hidup tanpa menyadari keuntungan mereka dan hanya membesar-besarkan peranan keajaiban yang tidak berarti dibandingka keagungan dan kemulian Tuhan. Seperti seekor nyamuk bila dibandingkan dengan gajah yang dihinggapinya. Karenanya bila engkau berbicara tentang keajaiban ini, Aku tertawa dalam bhatin dan kasihan bahwa engkau membiarkan dirimu demikian mudah kehilangan kesadaran tentang kenyataan-Ku yang sejati.
7.      KekuasaanTuhan tak dapat diukur, kemulian beliau tak terjelaskan, tak terfahami. Kunyatakan tentang diriku ini karena saatnya telah tiba. Tapi apa yang kulakukan kini hanyalah pemberian “Kartu perkenalan” biarlah kukatakan padamu bahwa pernyataan kebenaran yang tegas dari seorang avatar dilakukan dengan jelas tanpa kesalahan hanya oleh Krishna. Di samping segala pernyataannya, kalian lihat bahwa dalam perjalanan karir keawataraan beliau, ia pernah memerankan kekalahan dari musuhnya, namun hendaknya engkau mencatat bahwasannya kekalahan itupun merupakan bagian dari drama yang direncanakan dan didalangi sendiri oleh-Nya.
8.      Jangan mencoba mengenali-Ku melalui indera matamu. Bila engkau pergi ke kuil dan berdiri di depan gambar Tuhan, engkau berdoa dengan mata tertutup bukan? Mengapa ? karena engkau merasa bahwa hanya mata batin sajalah yang dapat menampilkan beliau padamu. Karenanya jangan menginginkan dari-Ku benda materi yang tidak berarti tapi rindukanlah Aku, maka engkau akan memperoleh imbalannya. Ini bukanlah berarti bahwa engkau tidak usah menerima benda apapun yang kuberikan sebagai tanda karunia yang keluar dari kasih sayangku yang tak terbatas.
9.      Akan kukatakan kepadamu mengapa aku memberikan cincin, tasbih, medali,dll. Itu hanyalah untuk menandakan ikatan antara Aku dengan mereka yang kuberi benda-benda itu. Bila bahaya menimpa mereka, benda itu akan datang kepadaku dalam sekejap untuk membawa dari-Ku perlindungan yang mereka nantikan. Karunia itu sebenarnya tersedia bagi semua orang yang memanggilku dalam segala nama dan wujud manapun yang mereka suka. Kasihlah yang memenangkan karunia itu.
10.  Semua agama mengajarkan satu dasar disiplin, yaitu menyingkirkan pikiran jahat, sifat mementingkan diri sendiri, pengejaran kesenangan yang tidak berarti, lalu mencari kedamaian dengan kebenaran dan kasih sayang. Tiap agama mengajarkan manusia agar memenuhi hatinya dengan kasih dan kemuliaan Tuhan, melatih kemampuan melepaskan diri dari ikatan materi dan juga kemampuan guna membedakan baik dan buruk.

Sekelumit ajaran ini mudah-mudahan bisa dijadikan acuan untuk mempelajari sabda-sabda beliau yang lain yang jumlahnya ribuan. Anda tidak perlu menjadi pengikut Sai Baba tapi cobalah melihatnya lebih dalam agar tidak asal menyimpulkan saja. Seseorang yang hanya berenang di permukaan laut tidak bisa mengklaim bahwa di dasar samudera tidak ada mutiara sama sekali. Menyelamlah dan buktikan jika pendapat itu memang benar jangan lalu bersikukuh sebelum melakukan investigasi yang mendalam.
Hanya orang yang terkena penyakit gula (Diabetis) yang akan menolak semua makanan yang mengandung gula. Karena itu akan mengganggu kesehatannya. Siapakah yang salah dalam hal ini orang yang sakit ataukah gulanya ? benarkah gula itu pahit sehingga tidak layak dikonsumsi? begitupun dengan orang-orang munafik yang menolak sari manis ajaran Bhagavan Sri Sathya Sai Baba dan mengatakan hal itu sebagai Fitnah dan bukan kebenaran. Orang demikian  bisa kita katagorikan sebagai orang yang sedang sakit diabetis kedengkian dan iri hati sehingga kesucian dianggap kemungkaran, dan kebenaran justru dianggap kepalsuan. Gula yang manis justru ditakuti sebagai jamu pahit.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

jika kami yang dengki dengan nabi kami, jangan kamu melemparnya kepada kami ^_^