Rabu, 14 November 2012

Misionaris Agama Part 3

Kode Iklan anda yang ingin ada di sebelah kiri disini
Kode Iklan anda yang ingin ada di sebelah kanan disini



Jangan hanya berdoa, tergerak dan berharap namun kunci utama untuk menyelamatkan domba yang terhilang adalah MENCARI SAMPAI MENEMUKANNYA.

Yesus mencari domba yang terhilang sampai Ia menemukannya. Lukas 19:10 “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” Kuncinya adalah MENCARI!!! Yesus bukan hanya berdoa untuk jiwa-jiwa yang terhilang, tapi Yesus mencari! Yesus bukan hanya tergerak dan penuh dengan belas kasihan kepada mereka, tapi Yesus sungguh-sungguh bergerak mencari! Yesus bukan hanya berharap supaya domba yang hilang sadar sendiri dan pulang sendiri, NO! Yesus mencari sampai Ia menemukan mereka! Kalau kita mempunyai belas kasihan kepada jiwa-jiwa yang terhilang, maka kita pasti MENCARI! Kita tidak hanya berdoa, tidak hanya tergerak hati kita, tidak hanya berharap supaya teman-teman kita yang terhilang, bisa bertobat dan diselamatkan, tapi kita mencari! Kita akan mencari cara bagaimana bisa menjadi berkat bagi mereka… Mencari tau kebutuhan dan masalah yang sedang mereka hadapi… Mencari kesempatan bagaimana bisa membagikan kasih Yesus kepada mereka di saat mereka membutuhkan… Kita akan mencari kesempatan untuk memperkenalkan Yesus, mengajak kelompok sel, mengajak ke gereja bersama-sama. Inilah yang namanya mencari! Jadi dimanapun, kapanpun, dan sedang bersama siapapun, yang mereka pikirkan adalah bagaimana menggunakan berbagai cara, situasi, keadaan untuk masuk dalam kehidupan seseorang, dengan tujuan menyelamatkan jiwa. Jadi kalau mereka bekerja di sebuah perusahaan mereka, maka mereka bukan sekedar berkarir di perusahaan itu untuk mendapatkan uang, mereka mempunyai kehormatan lebih besar dari itu, mereka tau bahwa mereka punya Amanat Agung Yesus Kristus. Jadi mereka akan berusaha sebisanya untuk menjadi berkat kepada rekan-rekan kerja mereka, berbuat baik, menolong, dst dengan tujuan untuk membagikan kasih Kristus dan menyelamatkan sebanyak mungkin orang di kantor mereka (rekan kerja mereka, bawahan mereka, bahkan atasan mereka). Kalau mereka mengikuti kursus bahasa Inggris, maka mereka tidak sekedar belajar bahasa Inggris saja, tapi mereka akan membangun hubungan, berkenalan dengan teman-teman di kelas mereka, berusaha berbuat baik kepada mereka, dan kemudian memperkenalkan Yesus, mengkonselingi mereka, mengajak ke kelompok sel, mengajak mereka bergabung ke gereja. Ini yang namanya mencari jiwa-jiwa yang terhilang!!! 


Inilah point yang menyulut umat kristiani berlomba-lomba mencari, mengejar, dan kemudian menggiring orang-orang yang belum berada dalam kelompok agama dan keyakinannya agar menerima Yesus sebagai satu-satunya juru selamat bagi kehidupan mereka yang dirasa masih berada dalam kebodohan / kegelapan hidup karena belum menerima Pelita Kasih Tuhan Kristus. Intinya… domba tersesat yang berada dalam kegelapan harus diselamatkan. Dan ini adalah hal benar dan baik (tentu dari sesi pandangan umat Kristen. Tapi bagaimana dengan pemeluk keyakinan di agama lain yang juga memiliki keyakinan yang hamper sama.bahwasannya mereka bukanlah tersesat tetapi tergembalakan oleh gembala lain). Sementara dalam pengajaran di muslim juga telah ditanamkan kepada umatnya sebuah fanatisme yang menganggap bahwa Islam adalah agama yang paling benar, Agama terakhir yang diturunkan Allah sebagai penyempurna bagi agama-agama yang muncul sebelumnya. Sehingga bagaimanapun, (dengan beberapa dalil seperti ; penyelamatan atau keprihatinan melihat umat lain yang masih berada dalam kegelapan karena belum mendapatkan siar kebenaran Nabi – umat muslim yang radikal akan berusaha mencari orang-orang yang dianggapnya kafir untuk bisa diselamatkan dengan cara membujuknya untuk mau menerima kebenaran islam)


Nah! Kalau masing-masing agama sudah menganggap dirinya paling baik, paling benar, dan paling sempurna seperti ini lalu berusaha mengajak orang-orang di luar kaumnya agar bisa masuk ke dalam kawanan, sudah bisa dipastikan bahwa konflik keagamaan pasti terjadi. Lihatlah perang dingin di eropa yang berlangsung sangat lama antara islam dan Kristen yang sama-sama ingin menunjukkan dan mencengkramkan kekuasaanya. Perang agama yang sudah melegenda di tanah suci Yerusalem antara Israel dan Palestina bukan tidak mungkin akan muncul di belahan lain dunia ini jika masing-masing pemeluk agama masih bersikeras dengan fanatisme gila demikian. Tentu saja fanatisme ke dalam itu baik seperti kita fanatic menganggap bahwa istri kita adalah wanita tercantik di dunia, silahkan saja sebab hal itu wajar dan pantas demi menjaga keharmonisan. tapi jangan lantas mengomentari bahwa istri orang lain buruk. Karena pengertian baik dan buruk itu sangat relative tergantung siapa yang menilai, kapan dinilai, dimana dinilai, dan dari sudut mana dinilai.
Sebagai sebuah perenungan dan introspeksi diri, marilah kita kaji kembali barang dagangan kita yang mau kita tawarkan  atau bahkan diobral kepada orang lain. Sudahkah benar-benar merupakan kebenaran tak terbantahkan. Bagian tulisan ini tidaklah  berusaha untuk mencari-cari kesalahan agama lain karena pada hakekatnya semua Nabi atau Rasul menyuarakan hal yang sama yakni Satya (Kebenaran) Dharma (Kebajikan) Shanti (Kedamaian) dan Prema (Kasih sayang). Hanya saja sebuah penafsiran yang keliru dan tingkat penerima pesan yang kurang baik seringkali menjadi pemicu disalah mengertikannya ayat-ayat suci agama yang menjadikan kita saling ribut masalah keyakinan antara yang satu dengan yang lain. Selama ini Hindu sebagai salah satu agama yang pernah besar di nusantara yang kemudian menjadi agama minoritas di negeri ini memang selalu menjadi sasaran bagi beberapa misionaris dari beberapa agama lain untuk diperebutkan sebagai wahana guna mendapatkan hadiah besar (Kaplingan Surga) karena telah mampu membawa atau mengajak sekaligus menyelamatkan mereka dari agama primitive “yang tidak benar” karena telah di cap sebagai agama yang memuja berhala, umat yang melakukan dosa paling laknat karena melakukan perbuatan syirik menyekutukan manusia dengan Tuhan, sebuah agama yang kitab sucinya bukan merupakan wahyu Tuhan, agama bhumi, polytheisme, agama yang dipenuhi mitos, serta banyak lagi tudingan miring yang sungguh membuat telinga kita miris mendengarnya. Walaupun bukan sebagai penganut keyakinan hindu, sebagai seorang saudara yang belum mati rasa tentu akan ‘Ngeh” mendengar berbagai fitnah dan tudingan tidak mendasar ini ditujukan oleh keturunan adam kepada keturunan adam yang lainnya. (Kecuali mungkin Adam itu tidak Cuma satu, sehingga asal dan leluhur masing-masing agama berlainan ). Untuk penjelasan mendetail tentang jawaban ini, saya bisa rekomendasikan anda untuk membaca buku yang berjudul HINDU DI BALIK TUDUHAN DAN PRASANGKA, Jilid I dan II karya Suryanto, Mpd, dan juga buku yang berjudul TAFSIR KELIRU TERHADAP HINDU, & DISEPUTAR SUARA-SUARA SUMBANG TERHADAP HIDU karya. Bapak Wayan Suja, MSI.

Untuk saudaraku para Misioner, silahkan pelajari beberapa risalah dibawah untuk bisa dijadikan bahan renungan. Benarkah saya sudah layak menjadi misionaris ? atau Sudah betulkah tafsir agama yang akan saya siarkan
1.      Jika memang benar setan yang menjadi penyebab segala macam kejahatan, maka selama bulan Ramadhan, disaat-saat umat muslim menunaikan Ibadan saum (puasa) semestinya dunia menjadi aman dan damai. Konon Allah telah berfirman, bahwa pada saat bulan Ramadhan setan dan iblis telah dimasukkan kedalam neraka dan pintunya dikunci rapat-rapat. Sebaliknya pintu sorga akan dibuka selebar-lebarnya sehingga ibadah kaum muslim akan dilipat gandakan pahalanya serta dijamin akan masuk sorga. Kenyataannya malah berbanding terbalik, bahwa kejahatan justru lebih meraja lela di bulan suci ini, pencurian, perampokan dengan kekerasan, intimidasi kepada mereka yang tidak berpuasa, bahkan kerusuhan yang berbau SARA. Lalu masih pantaskah kita menuding setan dan iblis sebagai biang keladi semua itu. Atau mungkin ada iblis lain yang diciptakan Allah dalam keyakinan yang lain sehingga saat setan versi Muslim di kurung, setan versi agama lain yang menyerang dan merasuki pikiran orang non muslim. Tapi toh realita mempertontonkan di media massa bahwa sebagian besar penghuni jeruji besi di negri ini adalah dari kaum itu juga. Menurut saya kejahatan yang dilakukan oleh seseorang memang berasal dari diri orang itu sendiri yang kadar keimanannya tidak jelas sehingga tidak perlu mengkambing hitamkan setan atau iblis  untuk hal ini.
2.      Sebuah pertanyaan dari sebuah guyonan yang wajib direnungkan adalah…. Di umat agama apa orang biasanya kehilangan sandal saat sembahyang ? lalu golongan umat mana yang paling bikin jorok pemandangan karena selalu mengotori trotoar dan kolong jembatan, atau umat apa yang mengobral keyakinannya dengan sekilo beras ? ( pertanyaan ini seharusnya memang tidak dijawab karena hanya sebagai guyonan saja. Namun sangat perlu untuk direnungkan kebenarannya)
3.      Menurut kepercayaan agama Abrahamik (Yahudi, Kristen, dan Islam) yang mengklaim diri sebagai agama langit dengan wahyu langsung dari Tuhan, sedangkan agama lain tidak, harus mulai memikirkan jawab atas pertanyaan : Jika memang benar bahwa alam semesta ini diciptakan oleh Tuhan dalam waktu 6 hari yakni pada hari pertama Tuhan menciptakan langit dan bhumi, Hari kedua menciptakan siang dan malam, Hari ketiga menciptakan sayur sayuran dan pohon, Hari keempat menciptakan dua buah sinar, yang satu lebih besar (Matahari) untuk menerangi siang, dan yang satu lebih kecil (Bulan) untuk menerangi malam, Hari kelima menciptakan hewan, dan Hari keenam menciptakan manusia dari tanah liat yang menyerupai diri-Nya. Selanjutnya Tuhan menghembuskan nafas kehidupan ke dalamnya sehingga boneka tanah liat itu menjadi hidup dan disebut Adam. Untuk menciptakan pasangan dari manusia pertama itu, Tuhan mengambil satu tulang rusuk Adam dan dijadikannya seorang wanita yang kemudian dikenal dengan nama Hawa. Selanjutnya karena kedua manusia itu kalah oleh bisikan setan sehingga memetik buah huldi yang terlarang, maka mereka berdua beserta 1 malaikat penunggunya diusir dari sorga (Malaikat itu yang nantinya menjadi batu sacral di dalam ka’bah). Demikianlah asal usul manusia menurut perjanjian lama yang merupakan peristiwa kejatuhan karena berbuat dosa. Dari perkawinan mereka di bhumi, lahirlah 2 orang laki-laki yang bernama Cain dan Abel. Cain cemburu karena persembahan Abel diterima oleh Yahweh sehingga Cain membunuh Abel. Selanjutnya Cain pergi ke tanah Nod dan disana ia bertemu dengan seorang wanita dan mengawininya……. Jika pandangan penciptaan itu dianggap sebagai peristiwa historis dan bukan simbolis, maka kita akan menemukan beberapa kejanggalan seperti :
a.       Apakah mungkin alam semesta itu diciptakan dalam sekali jadi sedangkan kenyataannya, sampai saat inipun alam masih keadaan berproses (being and becoming)
b.      Apakah benar langit diciptakan pada hari kedua, sementara kenyataannya, langit merupakan jarak pandang terjauh setiap orang ke angkasa
c.       Jika langit diartikan sebagai angkasa beserta benda-benda angkasanya (seluruh tata surya), mengapa matahari dan bulan baru diciptakan pada hari keempat
d.      Apakah mungkin penciptaan siang dan malam mendahului penciptaan matahari dan bulan padahal siang dan malam terjadi karena factor sinar matahari itu sendiri.
e.       Apakah logis penciptaan sayur dan pohon mendahului penciptaan matahari. Bagaimana kehidupan berlangsung tanpa matahari
f.       Bukankah tidak benar bahwa bulan itu memiliki cahaya sendiri, ia bukan benda bersinar tetapi benda yang memantulkan sinar dari matahari yang jatuh kepadanya.
g.       Jika manusia pertama hanya diciptakan dari tanah liat, mengapa komposisi kimia manusia tidak sama dengan komposisi tanah liat.
h.      Kalau Adam diciptakan menyerupai diri-Nya berarti Tuhan tentu memiliki bentuk, kenapa lalu menyalahkan agama lain yang ingin mewujudkan bentuk beliau dalam bentuk arca / patung
i.        Jika benar adam dan hawa adalah manusia pertama, lalu siapa dan darimana asal wanita yang dikawini Cain di tanah Nod.


Nah…Kalau sudah begini jadi mikir juga kan. Bukan sebuah serangan balik tapi hanya sebagai bahan renungan bahwasannya tak baik jika kita terus mempersoalkan keyakinan orang lain. Biarlah mereka berjalan di agama dan keyakinan yang mereka anggap baik. Jadikan perbedaan itu hal yang indah seperti pelangi di angkasa, atau seperti warna warni di taman bunga. Pelangi tidak akan memiliki keindahan lagi jika hanya terdiri dari satu warna saja demikian pula taman bunga. Bukankah ketika instrument gambelan itu dipadukan dari berbagai macam alat music, ia justru menghasilkan suara yang lebih merdu.

Tidak ada komentar: