Rabu, 13 Maret 2013

Mencari Tuhan dalam jalan Bhakti

Kode Iklan anda yang ingin ada di sebelah kiri disini
Kode Iklan anda yang ingin ada di sebelah kanan disini


Bila engkau mencari keabadian melalui jalan kebhaktian kepada Tuhan, ada sifat-sifat tertentu yang harus kau usahakan, yaitu: engkau harus menjauhkan diri dari kerusuhan, kekejaman, dan kebohongan dunia ini dan mempraktekkan kebenaran, kebajikan, kasih, dan damai. Inilah jalan kebangkitan yang sesungguhnya. Bila engkau merindukan persatuan dengan Tuhan, bila engkau mencari kesejahteraan dunia, engkau harus membuang pujian dan celaan sebagai hal yang tidak berharga. Jangan terpengaruh oleh penghargaan atau ejekan, kemujuran atau kemalangan. Dengan tabah mantapkan keyakinanmu pada kenyataan dirimu (yang sejati) dan baktikanlah hidupmu untuk kemajuan spiritual. Tidak ada manusia, walau seorang guru agung atau avatar, dapat menghindari kecaman atau celaan. Tetapi mereka tidak terpengaruh. Mereka tetap berpegang pada kebenaran. Kebenaran tidak akan tunduk terhadap ancaman. Mereka yang mengecam dan mencela guru agung atau avatar hanya akan menyadari kebesaran tokoh-tokoh mulia itu setelah mereka menderita kesusahan yang tidak tertahankan. Kemudian mereka pun mulai memujinya.

(Apakah yang menyebabkan peminat kehidupan rohani kehilangan keyakinan pada kenyataan dirinya yang sejati?). Kelemahan yang disebabkan oleh kekaburan batinlah yang merupakan penyebabnya. Karena itu, engkau harus menghindari pergaulan dengan orang-orang yang tidak teguh imannya dan mereka yang berada dalam kebodohan kegelapan batin. Janganlah kau bicarakan kepercayaan dan keyakinanmu dengan mereka. Sebaliknya, sibuklah mempelajari kitab-kitab suci dan carilah pergaulan dengan orang-orang yang berbhakti kepada Tuhan. Kelak, bila engkau telah diperkaya dengan penghayatan Tuhan dan berani karena telah berhubungan dengan kenyataan yang sejati, engkau dapat bergaul dengan siapapun juga tanpa bahaya. Bahkan mungkin engkau dapat mengarahkan orang lain pada kebenaran yang telah kau hayati.
Ada tiga jenis peminat kehidupan rohani yang ingin berbuat baik dan menempuh jalan menuju kesadaran diri yang sejati:

1. mereka yang terlalu takut menghadapi penderitaan, kehilangan, dan kesulitan sehingga mereka bahkan tidak pernah memulai usaha spiritual mereka. Mereka adalah jenis yang paling rendah (adhama),
2. mereka yang sudah menempuh jalan spiritual dan maju sedikit, tetapi kemudian berhenti di tengah jalan karena murung, tidak dapat mengatasi rintangan dan kekecewaan. Mereka adalah jenis sedang (madhyama),
3.  mereka yang gigih menempuh jalan spiritual dengan tekun, tenang, dan tabah, tidak menjadi soal betapa sukarnya jalan itu dan betapa pun banyaknya penderitaan yang mereka tanggung. Tentu saja mereka adalah jenis yang tertinggi (uthama). Ketekunan, keyakinan, dan kegigihan adalah sifat khas abdi Tuhan yang sejati.

Jangan terpedaya oleh cinta dan kelekatan pada dunia yang menyesatkan ini. Jangan kau tukarkan usaha untuk meraih kebahagiaan yang sempurna dan kekal dengan daya tarik kesenangan yang fana. Laksanakanlah kewajiban spiritualmu dengan penuh pengabdian.
Tanpa keyakinan dan keuletan engkau tidak akan dapat mencapai Tuhan. Hanya melalui kasihlah engkau dapat memperoleh iman, hanya melalui iman engkau dapat memperoleh pengetahuan spiritual, hanya melalui pengetahuan spiritual engkau dapat berbhakti kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh, dan hanya melalui bhakti yang mendalamlah engkau dapat mencapai Tuhan.
Jadi, bagaimanakah caranya mengembangkan kasih? Hal ini dapat dilakukan dengan dua cara sebagai berikut:


1. Anggaplah selalu kesalahan dan kekurangan orang lain, betapa pun seriusnya, sebagai hal yang remeh dan tidak berarti. Pandanglah selalu kesalahan dan kekuranganmu sendiri, betapa pun remeh dan tidak berarti, sebagai hal yang serius. Kesalahan dan sifat burukmu ini harus membuat engkau merasa sedih dan menyesal sekali. Dengan cara ini, sifat burukmu tidak akan bertambah dan engkau dapat terhindar dari kesalahan yang lebih serius. Selain itu, engkau akan memperoleh sifat kasih persaudaraan dan kemampuan untuk menahan diri.
2.   Apa pun juga yang kau lakukan, entah seorang diri atau dengan orang lain, lakukanlah hal itu sambil mengingat bahwa Tuhan Yang Maha Ada selalu hadir di mana-mana. Tuhan melihat, mendengar, dan mengetahui segala sesuatu. Apa pun juga yang kau bicarakan, ingatlah bahwa Tuhan mendengar setiap kata yang kau ucapkan, bedakanlah antara yang benar dan yang tidak benar dan berbicaralah hanya yang benar. Apa pun yang kau lakukan, bedakanlah antara yang benar dan salah dan lakukanlah yang benar saja. Setiap saat berusahalah menyadari kemahakuasaan Tuhan. Badan adalah rumah tempat kediaman jiwa. Karena itu, apa pun yang terjadi pada rumah itu, penting bagi jiwa. Demikian pula dunia adalah badan Tuhan dan segala sesuatu yang terjadi di dalamnya, baik atau buruk, penting bagi Tuhan. Engkau dapat memahami hubungan antara jiwa dan badan; dari pengertian ini pahamilah kebenaran mengenai hubungan Tuhan dan dunia, walau kebenaran itu berada di luar jangkauan pengertianmu.

Hubungan atau pertalian antara jiwa dan Tuhan dapat dipahami oleh siapapun juga yang memiliki tiga sarana utama ini;
1.   pikiran yang tidak tercemar oleh kelekatan dan kebencian;
2.   perkataan yang tidak tercemar oleh dusta;
3.   badan yang tidak tercemar oleh kekerasan atau tindakan yang kejam.

Engkau tidak akan dapat menjumpai kegembiraan dan kedamaian dalam obyek-obyek dunia lahiriah; kegembiraan dan kedamaian berada dalam dirimu sendiri. Meskipun demikian, karena kekaburan batin, manusia mencari kebahagiaan di luar diri mereka, di dunia yang cepat atau lambat pasti akan mereka tinggalkan. Karena itu, bangunlah segera. Berusahalah memahami hakikat segala sesuatu, yaitu kebenaran abadi. Berusahalah menghayati kasih yang merupakan Tuhan Sendiri. Kajilah segala sesuatu, terimalah hal yang benar dan buanglah lainnya. Selama engkau memiliki keinginan dan nafsu duniawi, engkau tidak akan dapat melepaskan diri dari penderitaan dan duka cita

Banyak orang yang mengecam pemujaan patung atau gambar Tuhan. Meskipun demikian, pemujaan ini sesungguhnya didasarkan pada kemampuan manusia untuk melihat alam semesta (makrokosmos) dalam replika mini (mikrokosmos). Nilai pemujaan arca atau gambar Tuhan telah terbukti dari pengalaman manusia, karena hal ini tidak tergantung pada kekuatan daya ciptamu. Tuhan yang tidak berwujud dan meliputi segala sesuatu dapat dihayati secara murni dan lengkap dalam pemujaan arca atau gambar yang melukiskan perwujudan-Nya. Patung atau gambar itu mempunyai manfaat yang sama seperti kiasan dan perumpamaan dalam puisi, yaitu untuk menerangkan, menjelaskan, dan memudahkan pengertian.
Manusia mengalami kegembiraan bukannya karena bentuk suatu benda atau wujud suatu makhluk, melainkan karena hubungan yang terbina dengan benda atau makhluk itu. Tidak setiap anak dapat mendatangkan kebahagiaan pada seorang ibu, tentu hanya anaknya sendiri. Demikian pula bagi setiap orang dan segala sesuatu. Tetapi, bila engkau dapat membina hubungan kekeluargaan, kasih yang suci, dengan setiap makhluk dan segala sesuatu dalam alam raya ini, betapa besarnya kebahagiaan yang akan kau alami! Hanya mereka yang telah menghayatinya akan memahami hal ini


Kitab-kitab Weda dan Purana patut dibaca dan didengarkan. Nama Tuhan harus diucapkan, dikidungkan, dan didengarkan. Penyakit yang berbeda memerlukan pengobatan yang berlainan. Pada beberapa pasien diberikan obat gosok, sedangkan pasien lain diberi obat yang harus dimakan. Tetapi, untuk penyakit yang menimpa setiap manusia di dunia ini; lingkaran kelahiran dan kematian, maka mendengarkan nama Tuhan, mengidungkan nama Tuhan, dan obat-obat lain semacam itu, harus digunakan luar dalam. Engkau harus mengucapkan maupun mendengarkan nama Tuhan. Seorang peminat kehidupan rohani mungkin memperoleh rahmat Tuhan, berkat Guru, dan doa restu dari orang-orang yang berbhakti kepada Tuhan. Tetapi semua berkat ini tidak ada gunanya bila ia tidak memperoleh berkat yang lain, yaitu rahmat kesadaran batinnya atau anthahkarananya sendiri. Tanpa berkat ini ia akan gagal karena semua berkat lainnya tidak akan berguna.

Rahmat Tuhan tidak dapat diperoleh dengan mudah. Perasaan keakuan yang membuat engkau berkata, "Akulah pelakunya," harus dicabut semua akarnya dari dalam hatimu. Setiap orang, baik yang terpelajar maupun yang buta huruf, harus memiliki hasrat yang kuat untuk mengenal Tuhan. Tuhan mempunyai cinta yang sama bagi semua anak-Nya, karena memberi penerangan adalah sifat cahaya. Dengan penerangan itu, beberapa orang mungkin membaca buku yang baik, lainnya mungkin melakukan kewajiban sehari-hari atau pekerjaan apa pun juga. Demikian pula dengan mengucapkan nama Tuhan, seseorang dapat maju menuju penghayatan kesadaran Tuhan, sedangkan orang lain lagi, mungkin menggunakannya untuk melakukan kejahatan! Bagaimana (dan untuk apa) engkau menggunakan penerangan itu, semuanya tergantung kepadamu. Tetapi nama Tuhan tiada bernoda, selalu dan selama-lamanya

Tidak ada komentar: