Tampilkan postingan dengan label ramalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ramalan. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Desember 2012

Di ambang Kiamat 2012

Sebagaimana tulisan saya terdahulu yang menguraikan secara singkat tentang pengertian hari Kiamat atau Pralaya menurut kosmologi Hindu, hari ini saya ingin berbagi informasi tentang topik yang sama yang mungkin bisa menjadi benang merah atau korelasi dari sekian banyaknya ramalan atau prediksi hari kiamat yang dinyatakan oleh beberapa orang "Pintar" yang mampu melihat tanda-tanda atau gejala alam yang akan terjadi di masa depan.
beberapa tahun lalu, seorang guru suci di India mengatakan bahwa jaman keemasan akan segera tiba di awal tahun 2022, yang artinya bahwa jaman penuh kekalutan, kesembrautan tatanan sosial, kemerosotan ahlak dan moral manusia akan segera berakhir. tapi benarkah ini? mengingat bahwa dalam perhitungan yuga dalam tradisi sanatana dharma hindu, menegaskan bahwa umur Kali Yuga (jaman besi ini) adalah selama 432.000 tahun dimulai sejak pertengahan malam antara tanggal 17 dan 18 Pebruari 3102 SM ketika Pariskshit cucu dari Arjuna dinobatkan menjadi Raja Hastinapura. yang artinya bahwa pada saat ini di tahun 2012, manusia baru melewati 5014 tahun dari total waktu yang dijanjikan yakni 432.000 tahun usia Kali Yuga.
Menurut paham Sanatana Dharma bahwasannya waktu kehidupan ini tersusun dalam bentuk lingkaran yang artinya bahwa semua siklus yang ada akan mengalami perputaran masa yang terus berkesinambungan. seperti misalnya lahir - hidup - mati, dimana setelah kematian maka akan muncul lagi kelahiran. begitu pula dengan perhitungan hari. Hari yang dimulai dengan Senin lalu diakhiri dengan Minggu, akan diawali kembali kepada Senin. demikian halnya nama bulan. jika sudah sampai pada bulan penghujung Desember maka ia akan kembali kepada bulan awal yang bernama Januari. perhitungan waktu dan jarum jam juga merupakan bukti nyata bahwa siklus kehidupan ini berjalan terus tanpa akhir. maka demikianlah seharusnya kita melihat tentang gambaran kiamat yang dijanjikan ini. Kiamat bukanlah sesuatu yang menakutkan walaupun itu berarti kemusnahan bagi sebagian atau keseluruhan entitas hidup di bhumi karena bukankah setiap yang terlahir pada saatnya nanti harus menemui kematian entah besok, lusa, lagi 3 hari, sebulan yang akan datang atau bahkan beberapa tahun lagi.


Yang jelas KEMATIAN itu pasti buat kita yang pernah hidup. masalahnya sekarang adalah persiapan apa yang akan dan telah kita lakukan untuk menyambut hari Semi Kiamat atau Kiamat mini penyaringan ini. Dengan menghubungkan pernyataan dari seorang Guru Suci India sebagaimana saya kutip di atas dengan berbagai ramalan terjadinya bencana di penghujung tahun 2012 ini, saya berpendapat bahwa semua itu memiliki unsur kebenaran. 
Pertama, jika benar masa Keemasan itu akan segera tiba dari awal tahun 2022 maka sangat beralasan bahwa kemungkinan terjadinya penyaringan besar-besaran terhadap penghuni bhumi khususnya manusia yang menjadi faktor utama pengelolaan bhumi akan terjadi mengingat siklus jaman keemasan akan sangat sulit diwujudkan jika bhumi masih dihuni oleh manusia yang sebagian besar kelakuannya justru menjadi beban bagi Ibu Pertiwi. karena rumus jaman Keemasan adalah Bhumi akan ditopang oleh tiang Dharma dengan kokoh di semua sisinya. walaupun bukan merupakan awal Sathya Yuga (Jaman Keemasan) menurut perhitungan Yuga tetapi penyaringan manusia lewat Kiamat mini ini memang harus terjadi karena ternyata beban yang ditimpakan kepada bhumi pertiwi oleh manusia sekarang sudah melewati ambang batas. sebuah pralaya atau kiamat mini jelas dan pasti akan terjadi walaupun itu bukan merupakan Maha Pralaya atau kiamat total akhir jaman sebagaimana yang dijanjikan dalam semua kitab suci agama. lalu seberapa benarkah pernyataan yang mengemukakan bahwa akhir tahun 2012 ini adalah saat yang dipredeksi sebagai puncak dari kiamat mini itu. Mari kita coba korelasikan berbagai pernyataan dimaksud untuk mencari titik temunya.

1. RAMALAN SUKU MAYA
Hingga saat ini setidaknya ada 20 sistem penanggalan Suku Maya dan 15 sistem telah disebarkan ke berbagai tempat untuk dipelajari, sementara 5 sistem lagi masih dirahasiakan oleh para pemangku adat Suku Maya. Ke-15 macam sistem kalender tersebut mencatat pergerakan matahari, bulan, planet-planet yang terlihat, masa panen, dan bahkan siklus kehidupan serangga.Penanggalan Suku Maya yang cukup terkenal adalah Kalender Tzolkin (Tzolk’in) yang berumur 260 hari dan Kalender Haab (Ha’ab) yang berumur 365 hari. Gabungan dari 2 penanggalan ini akan berakhir setelah 52 Haab atau sekitar 52 tahun Kalender Gregorian.
Selain itu ada Kalender Hitung Panjang (Long Count) yang berumur 13 Baktun (siklus) atau jika dihitung menurut Kalender Gregorian lebih dari 5.126 tahun, yaitu dimulai pada tanggal 11 Agustus 3114 Sebelum Masehi (Kalender Gregorian) atau 6 September 3113 Sebelum Masehi (Kalender Julian)[4] hingga berakhir pada tanggal 21 Desember 2012 Masehi (Kalender Gregorian). Sistem Perhitungan Panjang ini menggunakan basis perhitungan 20, sedangkan kalender modern saat ini menggunakan basis perhitungan 10. Adapun lama waktu 1 Baktun adalah 144.000 hari.
Pada 21 Desember 2012 akan menjadi hari berakhirnya peradaban umat manusia kali ini, dalam perhitungan kalender Maya. Sesudah itu, umat manusia akan memasuki peradaban baru total yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan peradaban sekarang. Pada hari itu, tepatnya musim dingin tiba, matahari akan bergabung lagi dengan titik silang yang terbentuk akibat ekliptika (jalan matahari) dengan ekuator secara total. Saat itulah, matahari tepat berada di tengah-tengah sela sistem galaksi, atau dengan kata lain galaksi terletak di atas bumi, bagaikan membuka sebuah “Pintu Langit” saja bagi umat manusia.




2. BIDANG IPTEK
Menurut Deputi Bidang Sains Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Bambang S Tedjasukmana, fenomena yang dapat diprakirakan kemunculannya pada sekitar tahun 2011-2012 adalah badai Matahari. Prediksi ini berdasarkan pemantauan pusat pemantau cuaca antariksa di beberapa negara sejak tahun 1960-an dan di Indonesia oleh Lapan sejak tahun 1975.
Dijelaskan, Sri Kaloka, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan, badai Matahari terjadi ketika muncul flare dan Coronal Mass Ejection (CME). Flare adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dayanya setara dengan 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima. Adapun CME merupakan ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaran partikel berkecepatan 400 kilometer per detik. Dari Matahari, miliaran partikel elektron sampai ke lapisan ionosfer Bumi dalam waktu empat hari, jelas Jiyo Harjosuwito, Kepala Kelompok Peneliti Ionosfer dan Propagasi Gelombang Radio. Dampak dari serbuan partikel elektron itu di kutub magnet Bumi berlangsung selama beberapa hari.

3. Perhitungan NASA
Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengemukakan bahwa Bumi akan mengalami gejala tidak normal yang akan menimbulkan banyak kehancuran pada tanggal 23,24,dan 25 Desember atau sesudahnya sampai akhir tahun 2012. Penyebab kehancuran bumi adalah badai matahari yang akan melanda bumi dua tahun mendatang. Para Ilmuwan NASA meyakini Bumi akan terpukul oleh tenaga magnetik dari jilatan api Matahari dalam level yang belum diketahui. Matahari akan ‘bergejolak’.  

“Kami tahu ini akan datang tapi kami tak tahu seberapa besar dampak yang akan ditimbulkan dari kejadian itu,” kata Dr Richard Fisher, head of NASA Heliophysics Division (thn 2010).Badai matahari yang mengarah ke bumi bukan hanya mengganggu satelit yang berada di orbit bumi yang terganggu. Saat ledakan matahari mengarah ke bumi, partikel berenergi tinggi yang ikut terlontar menyusup masuk bumi mengikuti arah medan magnet bumi dari kutub utara dan menyebar memasuki atmosfer. Peristiwa ini akan menyebabkan rusaknya/hangusnya unsur-unsur bumi atau Kiamat terjadi

4. MENURUT ALKITAB
2 Petrus 3:10  Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.
 2 Petrus 3:12  yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.
 Sampai disini anda pasti terkejut bahwa ternyata apa yang dibicarakan bangsa Maya, NASA dan Alkitab adalah satu peristiwa yang sama bahwa bumi ini akan lenyap diakibatkan hangusnya unsur-unsur bumi akibat terbakar, secara since/ilmu pengetahuan disebut dengan BADAI MATAHARI. Namun dalam hal ini Alkitab tidak memberikan angka pasti. jadi ini adalah perbandingan yang hampir bersesuaian dengan berbagai prediksi di penghujung tahun 2012.


Lalu bagaimana kita menyikapi hal ini ? mencari atau membuat tempat perlindungan yang aman? tapi bukankah kematian tidak pernah mengenal tempat, waktu, dan keadaan. ia datang sekehendak hatinya tanpa bisa dihalangi oleh apapun dan siapapun. walaupun kita berlindung di dalam bunker yang paling tebal dengan dijaga ribuan pasukan, Malaikat pencabut nyawa tetap akan masuk tanpa halangan untuk menjemput kita. no body know apakah kita akan menjadi orang yang dipertahankan untuk menikmati era baru atau justru menjadi orang yang paling pertama tereleminasi dan tergilas oleh aneka bencana yang akan timbul. 

mungkin tempat kita aman dari hantaman gelombang Tsunami karena letaknya sangat tinggi di pegunungan, tetapi bagaimana dengan serbuan angin puyuh, ganasnya halilintar, serta derasnya curah hujan yang menumbangkan pepohonan dan menggerus tanah menjadi longsor?. bukankah tidak ada tempat aman bagi kita jika kematian itu sudah akan menjemput. oleh karena itu mari siapkan diri menyongsong kematian ini yang setiap saat datang menjemput. okaylah jika Kiamat mini ini lagi lagi ditunda, tapi bukankah kematian tetap merupakan hal pasti bagi kita. menyiapkan diri jauh lebih bijaksana daripada penyesalanl di belakang yang sudah tiada guna.bukankah jika kita ingin bepergian ke luar kota, kita selalu menyiapkan perbekalan yang lumayan banyak agar tidak menemui sengsara di tengah jalan. lalu tidakkah untuk sebuah perjalanan panjang yang cukup lama agar bisa sampai di kerajaan Tuhan seharusnya kita lebih melakukan persiapan yang lebih matang. mengumpulkan bekal yang lebih banyak, dan Peta tujuan yang sudah jelas?. oleh karenanya mari mulai dari menit ini untuk melakukan persiapan. selalulah ingat bahwasannya tidak ada apapun, tidak ada siapapun yang akan mampu menyelamatkan kita dari bencana besar ini selain rahmat Tuhan yang disebut Miracle atau keajaiban karunia. That's why, mari Pikirkan Tuhan dari sekarang sampai akhir hayat akan menjemput.bukankah sastra telah mengajarkan kita tentang kisah nyata Raja Parikshit yang mampu menyambut kematiannya dengan senyum karena kesiapannya yang sudah matang. sebab beliau ingat dengan Sabda Tuhan Sri Krishna dalam Bhagavad Gita :

anta-kale ca mam eva   //  Smaran muktva kalevaram
Yah prayati sa mad-bhavam   //  Yati nasty atra samsayah  (Bhagavad Gita 8.5)

Siapapun yang meninggalkan badannya saat ajalnya tiba sambil ingat kepada-KU, segera akan mencapai sifat-Ku. kenyataan ini tidak dapat diragukan.

yam yam vapi smaran bhavam  //  Tyajanti ante kalevaram
Tam tam evaiti Kaunteya  //  Sada tad-bhava-bhavitah  (Bhagavad Gita 8.6)

Keadaan hidup manapun yang diingat seseorang pada saat ia meninggalkan badannya, pasti keadaan itulah yang pasti akan dicapainya wahai putra kunti.

Pernyataan Tuhan Sri Krishna dalam ayat ini sangat bermakna untuk kita pakai pedoman pasti guna menyongsong hari kiamat. sebab sangat jelas dinyatakan bahwa kita baru akan memperoleh jalan keselamatan menuju kerajaan Tuhan, jika kita bisa ingat kepada beliau di akhir hayat. dan hal ini sangat mustahil dilakukan jika kita tidak membiasakannya. ingatan itu tidak akan serta merta muncul apalagi saat kita meregang nyawa dalam sakratul maut.
Oleh karena itu mari biasakan dari menit ini guna memulai sesuatu yang sangat berarti bagi bekal kita dalam perjalanan ke akhirat. Bagaimana caranya?. kita hanya perlu kembali lebih menekuti kisah-kisah kemuliaan Tuhan yang tersurat dalam masing-masing kitab suci agama. entah beliau dipanggil dalam nama Yesus, Allah, Budha, Zoraztra, Rama, Krishna, Narayana, dll. namun bagi anda yang sama sekali belum memiliki buku yang saya maksudkan, maka ijinkan saya melayani anda dengan menyuguhkan kisah-kisah kemuliaan Tuhan yang akan saya postingkan dalam beberapa hari kedepan, sebelum dunia maya internet inipun hancur oleh kiamat mini 2012.jadi silahkan pantau terus blog ini, anda mungkin akan rugi beberapa waktu tapi manfaat yang akan anda terima jauh lebih besar daripada penyesalan yang sudah tiada guna di kemudian hari karena tidak menghiraukan himbauan saya ini.
 

Sabtu, 01 Desember 2012

Menyongsong Hari Kiamat

Di penghujung akhir 2011 lalu telinga kita selalu disuguhi dengan berbagai pemberitaan yang mengangkat tema KIAMAT 2012 sebagaimana di predeksi oleh Kalender Suku Maya. dan sebagaimana pula kita ketahui bahwa ramalan akan terjadinya kiamat ini lalu menjadi sebuah inspirasi dibuatnya sebuah film yang bertajuk sama yang telah berhasil menyedot perhatian masyarakat dunia. suatu fenomena yang secara tidak langsung telah menanamkan rasa cemas dan ketakutan di hati pemirsanya. takut jika membayangkan hal itu benar-benar menjadi kenyataan.
sebenarnya apa sih kiamat itu ? Kematian massal ? Penghancuran total ? atau sekedar sesuatu yang telah membuat kita merasa mau mati karenanya. karena seringkali saya dengar ketika seorang pemuda diputusi oleh pacarnya ia mengeluh bahwa kiamat telah menggilasnya. seorang karyawan yang tidak bisa menyiapkan tugas yang diembankannya oleh majikan juga mengeluh bahwa kiamat baginya sudah dekat. begitu juga temanku kemaren yang koneksi internetnya terputus, ia cemas bukan main seakan-akan kiamat sudah ada di depan mata.

Kiamat atau dalam istilah Hindunya disebut Pralaya, bukanlah hal-hal remeh seperti itu tetapi kiamat berkaitan erat dengan evolusi umur bumi yang disebut yuga.Kosmologi Hindu, mengatakan alam semesta dibangun dari lima unsur, yang disebut dengan Panca Maha Bhuta. Yakni: Pertiwi (zat padat),  Apah (zat cair), Teja (plasma, api), Bayu (zat gas, udara), dan Akasa (ether).
 
Menurut kitab Purana dan Upanisad, Panca maha Bhuta, berbentuk paramanu, atau benih yang lebih halus dari atom. Saat kehampaan, masing-masing zat mendominasi alam yang tersusun, misalnya unsur teja mendominasi pertiwi dan apah. Demikianlah Brahman menciptakan alam semesta. Brahman menciptakan alam semesta melalui tapa. Tapa memancarkan panas. Saat penciptaan dan setelah alam semesta tercipta, Brahman menyatukan kedalam ciptaanNya.
Setelah menciptakan, ke dalam ciptaanNya Tuhan menjadi  satu (Taitriya upanisad). Awal proses penciptaan, terbentuklah Brahmanda (telur Tuhan). Pada saat yang sama juga terbentuk purusa (kekuatan kejiwaan) dan pradhana (kekuatan kebendaan). Pertemua dua kekuatan ini mengakibatkan terciptanya alam semesta secara berangsur-angsur. Mula-mula munculah citta (alam pikiran) yang mulai dipengaruhi oleh sattwam, rajas dan tamas. Tahap selanjutnya terbentuklah Triantahkarana, yang terdiri dari Budhi (naluri pengenal), Manah (alam pikiran dan perasaan); Ahamkara (rasa keakuan). Selanjutnya munculah panca buddhindria dan panca karmendria yang disebut pula Dasendria (sepuluh indria).
Dasendria berevolusi menjadi Panca Tanmatra: lima benih unsur alam yang sangat halus, tidak berukuran, terdiri dari: Sabda Tanmatra (benih suara), Rupa Tanmatra (benih penglihatan), Rasa Tanmatra (benih perasa), Gandha Tanmatra (benih penciuman) dan Sparsa Tanmatra (benih peraba).
Benih zat itulah kemudian berevolusi menjadi benda nyata yang disebut Panca Maha Bhuta berbentuk paramanu (lebih halus dari atom), sehingga terjadilah alam semesta yang terdiri dari matahari, bulan, bintang, bumi, dan  planet lainnya. Dunia yang tercipta pada saat penciptaan (srsti) bersifat kekal abadi karena diciptakan diriNya sendiri seperti dinyatakan dalam kitab upanisad: “Purnamadah purnamidam, purnat purnam udayate, purnasya purnamadaya, purnam eva awacisyate.” Tuhan itu maha sempurna, alam semesta inipun sempurna, dan dari yang sempurna lahirlah yang sempurna, walaupun dari yang sempurna (Tuhan) diambil oleh yang sempurna (alam semesta) tetapi sisanya (Tuhan) tetap sempurna adanya. Sloka ini menunjukkan bahwa alam diciptakan dan akan kembali kepadaNya. Saat itulah terjadi Maha Pralaya (Kiamat). Ibarat laba-laba membentuk jaringan dari badannya dan saat maha pralaya (urna nabhawat) benang akan ditarik lagi kedalam dirinya. Jadi maha pralaya akan terjadi dalam satu siklus yang sangat panjang dan rumit. Karena Maha Pralaya berhubungan dengan siklus waktu yang disebut yuga, kalpa, manwantara menuju Maha Pralaya.

Bahwa alam semesta diciptakan, dimusnahkan, dan diciptakan kembali menurut siklus yang berputar abadi. Siklus ini dinamakan Kalpa (seribu yuga). Satu Kalpa sama dengan 4.320.000.000 tahun bagi manusia, atau sama dengan satu hari Brahma. Kosmologi Hindu, mengatakan alam semesta berlangsuang satu kalpa, setelah itu dihancurkan oleh unsur api dan air. Lalu Brahman beristrirahat semalam. Proses itu disebut Maha Pralaya (katalismik) dan berulang-ulang selama seratus tahun bagi Brahman (311 triliun tahun bagi manusia). Alam semesta sedang berada di tahun ke 51 Brahma atau 155 triliun tahun setelah Brahma lahir. Setelah Brahma melewati usia yang ke-100,  siklus yang baru dimulai lagi, segala ciptaan yang dimusnahkan diciptakan  kembali, begitu seterusnya. Setiap satu siklus dsebut dengan Maha Yuga. Yuga terdiri dari empat bagian, tiap bagian  memiliki karakter berbeda-beda. Maha Yuga memiliki 71 siklus,  tiap siklus terdiri dari 14 Manwantara (1.000) tahun.
Maha yuga diawali dengan zaman keemasan disebut dengan Satyayuga, di akhiri dengan zaman kegelapan yang disebut dengan Kali Yuga. Kali Yuga berakhir, zaman baru akan muncul, manusia-manusia jahat sudah dibinasakan sebelumnya untuk mulai kehidupan baru yang lebih damai. Itu siklus Satya Yuga menuju Kali Yuga, dan Kaliyuga kembali ke zaman Satyayuga. Seperti musim panas kemusin dingin dan sebaliknya, terus menerus. Setelah 14 Manwantara berlangsung, disebut satu periode Kalpa. Saat perioda ini, alam semesta lebur yang disebut dengan Maha Pralaya. Pralaya adalah sinonim dari Samhara, satu dari lima (5) fungsi Siwa yang berarti berakhir menyerap kembali alam di akhir zaman.
Menurut Wisnu Purana dan Agni Purana, ada empat jenis pralaya: Pratika Pralaya, yaitu pralaya secara total setelah Manwantara ke-14. Alam semesta beserta isinya, kembali kepada Brahman dalam waktu satu malam  Brahman. Selanjutnya akan terjadi penciptaan lagi dengan Manwantara pertama.  Pratika Pralaya inilah yang mungkin identik dengan konsep kiamat menurut kepercayaan yang lainnya. Naimitika Pralaya, yaitu pralaya yang menjadi dalam satu periode manu. Terbatas dalam setiap akhir manwantara. Ini artinya akan terjadi 14 kali Naimitika Pralaya atau kiamat terbatas dan kehancuran alam semesta secara terbatas. Atyanika Pralaya, yaitu pralaya yang disebabkan oleh kemampuan spiritualnya melalui suatu pemberdayaan yang amat kuat sehingga seluruh dirinya masuk secara utuh lahir batin kepada Brahman. Nitya Pralaya, yaitu proses kematian setiap saat semua mahluk hidup.bahkan dalam diri kita pun ada sel tubuh pralaya dan diganti dengan sel tubuh yang baru. Sel tubuh manusia mengalami proses pralaya Utpeti (penciptaan), Sthiti (pemeliharaan), dan pralina (peleburan) setiap saat. Diantara itu, ada Yuga Pralaya, di akhir Maha Yuga, pada saat itu terjadi banyak  kematian (misalnya akibat perang atau karena bencana alam).

lalu benarkah kiamat akan terjadi 21 Desember 2012? Setelah film ‘2012, virus hari kiamat ini datang lagi, padahal wacana ini sudah dibicarakan sejak 500 M. Banyak ramalan dilontarkan, perhitungan diutarakan.
Hari Kiamat muncul lagi setelah “The Mayan Prophecies” (1995) spekulasi interpretasi kalender Bangsa Maya, apalagi film “2012” dirilis, yang meramalkan kiamat akan terjadi tanggal 21 Desember 2012 atau akhir siklus 5.125 kalender kuno Bangsa Maya. atau barangkali hasil gotak gatik kita sendiri yakni jika ada tanggal, bulan, dan tahun yang memiliki kesamaan seperti  tanggal 9 bulan 9 tahun 1999 sebagaimana pula diramalkan dengan tanggal 12 bulan 12 tahun 2012 atau justru dalam tahun yang terbagi yakni 2012 yang diterjemahkan menjadi sebuah code tanggal 20 bulan 12 tahun 2012
Seperti yang dilansir dalam Video yang berjudul ‘Bukti 1 Kiamat 2012‘ yang menjelaskan bahwa arti maupun jumlah stupa, maupun bentuk serta pola konstruksi bangunan Candi Borobudur, jika dikalkulasikan akan menghasilkan kode ’20-12-2012′ yang banyak diramalkan sebagai hari kiamat manusia. atau predeksi lain dari Nasa yang memprediksi bahwa Bumi akan mengalami kegelapan selama 3 hari, dan diistilahkan sebagai Blackout. Diperkirakan akan terjadi selama 3 hari yaitu tanggal 23, 24 dan 25 Desember 2012. 
Peristiwa ini disebabkan karena Posisi semua planet berada sejajar membentuk sebuah garis lurus. Sehingga planet yang berada di balik planet Pertama (Merkurius) akan terhalang mendapatkan sinar matahari.Mengenai fenomena Blackout NASA memperkirakan kegelapan total pada 23-25 Dec 2012 pada saat “sejajarnya alam semesta”. Ilmuan US memperkirakan perubahan alam semesta, kegelapan total pada planet (bumi, red) selama 3 hari dimulai pada 23 Des 2012. Ini bukanlah akhir dari dunia, ini adalah “kesejajaran alam semesta”, dimana matahari dan bumi akan berada pada satu garis lurus untuk pertama kalinya. Bumi akan bertukar tempat dari dimensi ke 3 ke dimensi 0, lalu bertukar lagi ke dimensi ke 4. Selama perpindahan ini, seluruh alam akan menghadapi perubahan besar, dan kita akan melihat Dunia yang benar” baru. (mungkin dimensi disini lebih ke arah posisi bumi) Kegelapan selama 3 hari ini diperkirakan akan terjadi pada tanggal 23, 24 dan 25 Desember.
Hari ini  adalah awal bulan Desember yang ditakuti sebagian besar orang yang mempercayai ramalan-ramalan itu.sebuah kiamat yang menakutkan yang membuat banyak orang menjadi semakin cemas tetapi tidak membuat banyak orang sadar bahwa sebenarnya kiamat kematian ini telah mengintainya jauh-jauh hari tetapi yang mana tidak pernah membuat mereka sadar untuk melakukan persiapan guna menyongsong hari kiamat yang dijanjikan itu.

Sungguhkah kiamat itu akan datang menurut catatan pustaka Hindu ? Ya, disuatu saat kiamat atau dalam agama Hindu-Bali, disebut “Pralaya” pasti akan terjadi. Namun tidak seorang manusiapun bisa memperkirakan atau meramalkan kapan pralaya itu akan terjadi. Kenapa pralaya itu harus terjadi ? Karena Tuhan akan menciptakan pembaharuan total pada kehidupan di dunia. Sumber sastra apa yang menyatakan hal ini ? Ada dalam Maha Bharata, khususnya dalam Bharata Yudha, dimana Prabu Salya berkata kepada cucu-cucunya : Nakula dan Sadewa : Dunia ini dibagi dalam empat zaman : Kerthayuga, Trityayuga, Dwaparayuga, dan Kaliyuga. Setelah zaman Kaliyuga, terjadilah pralaya. Ciri-ciri kehidupan manusia di keempat zaman itu : pada zaman Kerthayuga manusia hidup rukun damai, dharma, taat beragama dan sejahtera. Di zaman Trityayuga sudah ada sebagian kecil manusia yang sudah berbuat dosa, tidak melaksanakan dharma. Di zaman Dwaparayuga, manusia selalu terbelah dua, ada yang berbuat dharma, dan ada yang berbuat adharma, selalu bermusuhan, terjadi peperangan, saling mencurigai. Di zaman Kaliyuga, manusia sudah mengutamakan pemilikan benda-benda materi, harta menjadi objek utama yang dikejar dalam kehidupan, ingin memilikinya dengan cara apapun, alam dirusak demi kehidupan, jumlah manusia bertambah berlipat-lipat sehingga alam tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan manusia, peperangan, teror dimana-mana, pemimpin pemerintahan berkongsi dengan pencuri dan penjahat, pemimpin agama dicaci-maki, manusia tidak takut kepata Tuhan, berbuat adharma tidak segan-segan, tidak ada rasa malu apalagi rasa berdosa.

Maka alam yang dirusak manusia murka. Terjadi bencana alam yang hebat : banjir, longsor, gempa bumi, tsunami, badai, gunung meletus dan lain-lain. bukankah gempa dan Tsunami di Fukushima tahun lalu menjadi bukti bahwa tanda-tanda kiamat memang sudah dekat, dan bahwa miniatur dari kiamat berupa kematian bagi kita juga adalah sesuatu yang pasti namun tak bisa diketahui? Oleh karena itu mari siapkan diri guna menyongsong hari Kiamat ini dengan senyum. Tentang bagaimana caranya ? silahkan kunjungi dan update tulisan saya the other day!

Rabu, 14 November 2012

Gambaran Singkat Neraka



Kalau kita berbicara tentang keberadaan Neraka pada jaman Kali memang terkesan seperti memberikan sesuatu yang abstrak ibarat mengatakan bahwa minyak ada dalam sebuah kelapa atau menegaskan bahwa api tersimpan dalam sebuah kayu kering. karena memang sebagian besar dari masyarakat jaman Kali telah menganggap bahwa keberadaan Neraka hanyalah sebuah cerita fiksi yang tak bisa dibuktikan keberadaannya.  Terbantahkannya beberapa pernyataan kitab suci agama yang tak bisa dibuktikan dengan logika manusia seperti halnya saat dikatakan bahwa dunia ini datar tapi ternyata bulat, dan juga beberapa mitos lain seperti penyebab terjadinya Gempa bhumi yang dikaitkan dengan bergesernya ekor ular surgawi yang menyangga bhumi.semakin menambah daftar ketidak percayaan beberapa manusia yang lebih memprioritaskan penilaiannya pada aspek lahiriah atau sesuatu yang kasat mata yang bisa dilihat dan dibuktikan langsung dengan indera mereka daripada menggunakan kata hati walaupun jelas-jelas bahwa indera manusia yang dipakai sebagai tolak ukur penilaian itupun amat terbatas untuk menilai kekuasaan Tuhan yang tiada batas. Namun inilah kenyataannya sekarang bahwasannya manusia memang sudah sangat sulit untuk mempercayai sesuatu kalau hal itu tidak bisa dibuktikan langsung dengan alat indera ataupun kecanggihan teknologi manusia sekarang.